Victoria Buzzalini: Dari Detroit ke Dunia Herbal

Victoria Buzzalini: Dari Detroit ke Dunia Herbal

Dari Detroit ke Dunia Herbal: Kisah Inspiratif Victoria Buzzalini dan Perjalanannya Menuju Herbalism

Ada sesuatu yang sangat jujur dari cerita Victoria Buzzalini. Dia bukan orang yang tumbuh besar di keluarga yang gemar meramu tanaman obat, bukan pula seseorang yang sejak kecil bermimpi menjadi herbalis. Ia adalah perempuan muda dari Detroit yang awalnya mengejar ilmu lingkungan, kemudian berkeliling dunia mengajar bahasa Inggris — dan akhirnya menemukan herbalism justru di saat tubuhnya mulai memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Kisahnya relevan bagi banyak orang Indonesia yang mungkin juga pernah berada di titik yang sama: ketika dunia medis konvensional tidak memberikan jawaban yang memuaskan, dan kita mulai mencari alternatif lain yang lebih dekat dengan alam. Victoria membuktikan bahwa perjalanan menuju herbal tidak harus dimulai dari latar belakang yang sempurna — cukup dari rasa ingin tahu dan kemauan untuk mendengarkan tubuh sendiri.

Siapa Victoria Buzzalini? Mengenal Perempuan di Balik Wise Witch Herbs

Victoria Buzzalini adalah pendiri Wise Witch Herbs, sebuah platform online yang ia bangun sejak tahun 2022 di mana ia berbagi wawasan harian dan resep herbal yang ia kembangkan sendiri. Ia tumbuh besar di Detroit, Michigan, dengan kecintaan besar pada alam bebas. Studi pertamanya adalah di bidang Ilmu Lingkungan, sebuah bidang yang mengajarkan cara memahami ekosistem dan mencari solusi untuk menjaga planet ini tetap sehat.

Setelah menyelesaikan studi, Victoria memilih jalan yang tidak biasa: ia pindah ke beberapa negara seperti Kosta Rika, Spanyol, dan Korea Selatan untuk mengajar bahasa Inggris sekaligus menjelajahi berbagai budaya. Namun, saat berada di Korea Selatan, kesehatannya mulai menurun drastis. Rumah sakit setempat tidak mampu memberikan solusi yang memuaskan. Di sinilah titik baliknya dimulai.

“Saya harus berbalik pada diri sendiri untuk mulai sembuh. Di situlah saya menemukan herbalism,” ungkap Victoria. Ia mulai meneliti tanaman-tanaman yang paling sesuai dengan kondisi tubuhnya, bereksperimen, dan menemukan bahwa kekuatan tanaman itu nyata — dan terasa langsung di tubuhnya.

Pengalaman pribadinya itu bukan hanya mengubah cara ia menjaga kesehatan, tapi juga mentransformasi seluruh arah hidupnya. Victoria kemudian mengejar pendidikan formal di bidang herbalism, termasuk mengikuti berbagai kursus di Herbal Academy seperti Introductory Herbal Course, Botanical Skin Care Course, dan beberapa kursus mini lainnya. Tidak berhenti di situ, ia bahkan mengejar gelar BSc Hons di Clinical Herbalism dari Inggris — dan pada musim panas ini ia akan diwisuda.

Apa Itu Herbalism? Penjelasan Sederhana untuk Pemula

Sebelum kita melanjutkan lebih jauh, mari kita pahami dulu apa sebenarnya herbalism itu, karena tidak semua orang familiar dengan istilah ini meskipun praktiknya sudah ada di sekitar kita sejak lama.

Secara sederhana, herbalism adalah praktik menggunakan tanaman — baik daun, akar, biji, bunga, maupun kulit kayunya — untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan tubuh. Ini bukan sesuatu yang asing bagi orang Indonesia. Jamu, yang sudah menjadi bagian dari budaya kita selama berabad-abad, adalah salah satu bentuk herbalism yang paling kaya dan dalam di dunia.

Dalam konteks modern, herbalism mencakup berbagai pendekatan: dari membuat teh herbal sederhana di rumah, meramu tincture (ekstrak tanaman dalam alkohol), membuat produk perawatan kulit berbahan alami, hingga memberikan konsultasi herbal berbasis klinis yang didukung penelitian ilmiah. Seorang herbalis tidak hanya sekadar tahu nama-nama tanaman — mereka memahami bagaimana setiap bagian tanaman bekerja di dalam tubuh, bagaimana energetika tanaman berinteraksi dengan kondisi individu yang unik, dan bagaimana merancang formula yang tepat untuk kebutuhan spesifik seseorang.

Yang menarik dari herbalism modern adalah ia tidak menempatkan dirinya sebagai pengganti medis konvensional, melainkan sebagai pelengkap yang mengajak kita untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan sendiri dan memahami sinyal-sinyal yang diberikan tubuh kita. Victoria menyebutnya dengan sangat indah: “Tubuh kita sangat cerdas, dan ketika kamu duduk dan mendengarkan, kamu bisa mendengar bisikan yang coba ia sampaikan.”

Belajar Herbalism Secara Online: Pengalaman Victoria di Herbal Academy

Salah satu hal yang menarik dari perjalanan Victoria adalah bagaimana ia memanfaatkan platform pendidikan online untuk memulai dan memperdalam ilmu herbalnya. Ia menemukan kursus herbalism online di Herbal Academy dan langsung tertarik dengan banyaknya pilihan yang tersedia.

“Ada banyak sekali pilihan kursus, saya tidak bisa menolak,” katanya. Dan memang, bagi seseorang yang baru memulai, memiliki akses ke berbagai level pembelajaran — dari yang paling dasar hingga yang paling teknis — adalah hal yang sangat berharga. Herbal Academy menawarkan fleksibilitas belajar mandiri yang memungkinkan seseorang tetap menjalani kehidupan sehari-hari sambil terus belajar.

Victoria menyoroti satu aspek yang sering diabaikan oleh pemula: regulasi bahasa dalam dunia herbalism. Herbal Academy mengajarkannya tentang bahasa yang boleh dan tidak boleh digunakan sebagai herbalis di Amerika Serikat — sebuah pengetahuan praktis yang sangat penting bagi siapa pun yang ingin membuka bisnis herbal. Seiring studinya di Inggris, ia menyadari bahwa regulasi ini berbeda-beda antar negara, dan memahami nuansa itu sejak awal membantunya menghindari potensi masalah hukum yang mungkin tidak terpikirkan oleh kebanyakan pemula.

Bagi Victoria, yang paling ia sukai dari kursus Herbal Academy adalah kebebasan untuk belajar sesuai ritme sendiri. “Kamu merasa tidak tertekan dan tetap bisa menjalani kehidupan di sekitarmu. Kursus-kursusnya disusun dengan penuh pertimbangan dan sangat indah, sehingga mudah untuk kembali dan memprosesnya,” ungkapnya.

Wise Witch Herbs: Bisnis Herbal yang Lahir dari Pengalaman Pribadi

Pada tahun 2022, di saat Victoria masih dalam proses belajar dan mendalami herbalism, ia memberanikan diri membangun Wise Witch Herbs. Saat ini platform ini masih berupa platform online tempat ia berbagi wawasan dan resep herbal setiap hari — namun dalam beberapa bulan ke depan, Wise Witch Herbs akan mulai merilis produk fisik yang bisa dinikmati langsung oleh pelanggannya di rumah.

Rencana Victoria sangat jelas dan terstruktur: pertama, ia akan membuka layanan konsultasi herbal online untuk klien di Amerika Serikat dan Inggris dengan fokus khusus pada kesehatan perempuan. Ini adalah ceruk yang sangat relevan, mengingat banyak perempuan yang masih kesulitan menemukan pendekatan holistik untuk isu-isu kesehatan yang spesifik pada mereka. Kedua, ia akan meluncurkan lini tincture yang dirancang dengan penuh pertimbangan agar audiensnya bisa menikmati produk Wise Witch Herbs dari kenyamanan rumah masing-masing.

Ke depannya, Victoria berharap bisa memperluas lini produk ke teh herbal, produk kecantikan, bahkan mug keramik buatannya sendiri. Ada sesuatu yang autentik dari bagaimana ia membangun bisnis ini — tidak terburu-buru, tidak sekadar ikut tren, tapi benar-benar tumbuh dari dalam ke luar, dari pengetahuan yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit.

Hubungan yang Lebih Dalam dengan Alam dan Tubuh Sendiri

Salah satu transformasi paling mendalam yang Victoria alami melalui studinya di bidang herbalism adalah perubahan cara pandangnya terhadap alam dan terhadap tubuhnya sendiri. Ini bukan sekadar keterampilan teknis membuat ramuan — ini adalah pergeseran gaya hidup yang fundamental.

Ia mulai hidup mengikuti ritme musim. Di musim dingin ketika alam melambat, ia juga melambat dan beristirahat lebih banyak. Di musim panas ketika hari-hari lebih panjang dan sinar matahari berlimpah, ia merasakan energi yang lebih besar dan mampu menyelesaikan lebih banyak hal. Mengamati transformasi tanaman sepanjang musim juga mengajarkannya untuk lebih awas dan hadir — karena terkadang hanya ada jendela tiga minggu untuk menyaksikan bunga mekar sebelum akhirnya berubah menjadi sesuatu yang lain.

“Herbalism mengajarkan saya untuk mendengarkan ke dalam diri dan memperlambat langkah agar bisa memahami dari mana sesuatu berasal,” kata Victoria. Ini adalah kontras yang tajam dengan kecenderungan masyarakat modern yang seringkali menekan tanda-tanda yang diberikan tubuh dan langsung mengandalkan obat untuk menutupi gejala tanpa menangani akar masalahnya.

Ia merasa sangat berdaya dari praktik herbalnya. “Tanaman terus mengajari kamu sepanjang hidupmu. Pengetahuan semacam ini menempatkan aku dalam kekuatanku. Aku bisa membantu diri sendiri dan orang lain hanya dengan memetik tanaman dari tanah dan berharap bisa menyentuh akar masalahnya — bukan sekadar memberikan tablet dan mengabaikan isu sesungguhnya.”

Jelatang: Tanaman Favorit yang Penuh Kejutan

Ketika ditanya tentang tanaman yang paling ia suka, Victoria menyebut jelatang atau nettle tanpa ragu. Bagi banyak orang, jelatang mungkin identik dengan rasa gatal dan tidak menyenangkan — tapi bagi herbalis yang memahaminya, jelatang adalah salah satu tanaman paling bergizi dan serbaguna yang tersedia.

Setiap bagian dari tanaman jelatang — daun, akar, dan biji — menawarkan aksi herbal dan dukungan yang berbeda-beda bagi tubuh. Ia relatif aman untuk digunakan oleh kebanyakan orang dan mudah ditemukan di berbagai wilayah. “Meskipun menyengat, saya pikir itu adalah mekanisme luar biasa yang tanaman ini kembangkan untuk mengusir hewan-hewan agar tanaman bisa bersinar!” kata Victoria dengan penuh kekaguman.

Perspektif ini mencerminkan salah satu filosofi inti dalam herbalism: melihat setiap karakteristik tanaman — bahkan yang tampaknya negatif — sebagai bagian dari kebijaksanaan alami yang lebih besar. Tanaman tidak menyengat karena jahat; ia melindungi dirinya agar bisa tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekosistem di sekelilingnya.

Resep Favorit dan Eksplorasi Lebih Lanjut

Di antara semua kursus yang ia ikuti, resep-resep dari Botanical Skin Care Course adalah yang paling sering ia gunakan kembali. Hampir setiap bulan, Victoria membuat body butter, losion, dan spray herbal buatannya sendiri. Baginya, ini bukan hanya soal produk yang lebih alami — tapi juga soal proses itu sendiri yang menyenangkan, karena ia bisa memilih aroma dan variasi warna sesuai selera.

Pengalaman herbalnya juga membuka matanya pada berbagai bidang terkait yang kini ingin ia jelajahi lebih dalam. Berkebun, natural dyeing (pewarnaan alami), dan menanam makanan sendiri adalah beberapa hal yang ada dalam daftar impiannya. “Ada sesuatu yang sangat kuat dalam menumbuhkan sesuatu dari benih dan kemudian memetiknya untuk membuat makanan yang indah bagi dirimu sendiri dan keluargamu,” ungkapnya.

Ia juga aktif berbagi pengetahuan herbalnya dengan komunitas online-nya — karena baginya, herbalism adalah kesehatan komunitas. “Ini adalah pengetahuan yang telah terlupakan dan kini sedang diingat kembali. Saya senang berbagi pemikiran yang muncul dari studi saya, apa yang sedang musim, dan resep untuk membantu membawa herbalism ke setiap rumah.”

Tantangan Nyata: Minimnya Penelitian Ilmiah di Bidang Herbalism

Victoria juga tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada di bidang herbalism. Sebagai seseorang yang sedang menempuh pendidikan akademik formal

Scroll to Top